Ahmad Luthfi Tegaskan Pengisian Jabatan di Pemprov Jateng Tanpa “Jasa Titip”

TRITIS.CO, SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan pengisian jabatan di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dilakukan berdasarkan kompetensi dan profesionalisme. Ia memastikan tidak ada praktik titip-menitip dalam proses tersebut.

Penegasan itu disampaikan Luthfi saat melantik dan mengambil sumpah/janji 22 pejabat pimpinan tinggi pratama, administrator, pengawas, dan fungsional di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Semarang, Senin (21/9/2026).

Menurut Luthfi, pelantikan tersebut salah satunya dilakukan untuk mengisi sejumlah jabatan yang kosong karena pejabat sebelumnya telah memasuki masa pensiun atau tidak lagi menduduki jabatan tersebut.

Ia menjelaskan, proses pengisian jabatan dilakukan melalui mekanisme manajemen talenta. Tahapannya meliputi asesmen, verifikasi, hingga uji kompetensi.

“Tidak ada di wilayah Provinsi Jawa Tengah yang dalam pengisian jabatan itu melalui jasa titip-titip. Semuanya harus sesuai dengan manajemen talenta,” tegas Luthfi.

Ia menambahkan, proses pelantikan tersebut telah mendapatkan persetujuan dan rekomendasi dari Badan Kepegawaian Negara (BKN) melalui mekanisme manajemen talenta sesuai ketentuan yang berlaku.

Meski demikian, Luthfi menyebut masih terdapat sejumlah jabatan yang belum terisi. Pengisian jabatan tersebut akan diproses melalui tahapan di lingkungan Pemprov Jateng sebelum diajukan kepada pemerintah pusat.

Jabatan adalah Amanah

Dalam kesempatan itu, Luthfi mengingatkan para pejabat yang dilantik agar menjalankan tugas dengan berpegang pada norma, etika, dan hukum.

Menurutnya, jabatan bukan sekadar posisi struktural, tetapi merupakan amanah yang harus dibuktikan melalui profesionalisme dan kinerja.

“Apa pun jabatannya itu amanah. Kalau itu tidak amanah, maka tidak akan berkah baik diri sendiri maupun keluarga,” ujarnya.

Luthfi juga meminta para pejabat tetap memperkuat kolaborasi antarorganisasi perangkat daerah (OPD). Menurutnya, seluruh ASN merupakan bagian dari satu kesatuan pemerintahan yang memiliki tujuan pembangunan yang sama.

“ASN ibarat suatu gerbong pemerintah. Gerbong pemerintah ini menuju pada suatu tujuan yang telah direncanakan. Tahap demi tahap pembangunan terus berjalan dan berlanjut,” katanya.

Enam Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama

Dalam pelantikan tersebut, enam pejabat pimpinan tinggi pratama resmi menempati jabatan baru.

Mereka yakni Uswatun Hasanah sebagai Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana; serta Endro Hudiyono sebagai Inspektur Provinsi Jawa Tengah.

Selanjutnya Ary Widiyantoro dilantik sebagai Kepala Badan Kepegawaian Daerah; Andi Suryanto sebagai Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah; Linda Widiastuti Ariningrum sebagai Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah; serta Joko Mulyono sebagai Kepala Biro Pengadaan Barang/Jasa.

Selain enam pejabat pimpinan tinggi pratama tersebut, turut dilantik empat pejabat administrator, dua pejabat pengawas, dan 10 pejabat fungsional.

(Djj)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *