TRITIS.CO, JEPARA – Serapan gabah petani di Kabupaten Jepara sepanjang 2026 mencapai 26.238 ton gabah kering panen (GKP). Namun, di balik besarnya penyerapan tersebut, kapasitas Gudang Bulog Rengging yang hanya 2.500 ton membuat penyimpanan hasil pengadaan harus tersebar di sejumlah gudang.
Pimpinan Cabang Bulog Wilayah Pati, Ashville Nusa Panata, mengatakan penyerapan gabah di Jepara dilakukan sejak Januari hingga Oktober 2026. Dari total gabah yang diserap, volumenya setara dengan 13.731 ton beras.
“Di Gudang Rengging Jepara, kami sudah menyerap 26.238 ton GKP atau 13.731 ton setara beras dari petani lokal Jepara,” kata Ashville, Sabtu (10/10/2026).
Penyerapan tersebut menyasar sejumlah wilayah sentra produksi padi di Jepara. Kecamatan Kedung, Welahan, Nalumsari, Pecangaan, dan Batealit menjadi pemasok utama gabah yang dibeli Bulog.
Bulog menyebut harga pembelian gabah kering panen dari petani sebesar Rp6.500 per kilogram. Harga tersebut menjadi bagian dari upaya pengadaan gabah untuk menjaga ketersediaan cadangan beras pemerintah.
Namun, tingginya volume serapan juga berhadapan dengan keterbatasan kapasitas Gudang Rengging. Dengan daya tampung sekitar 2.500 ton, hasil pengadaan tidak seluruhnya dapat disimpan di satu lokasi.
Ashville mengungkapkan, stok di Gudang Rengging saat ini terus berkurang dan diperkirakan berlanjut hingga Desember 2026.
“Stok di Gudang Rengging saat ini terus berkurang. Diprediksi sampai Desember,” ujarnya.
Bulog memperkirakan pengadaan akan kembali meningkat saat memasuki musim tanam pertama pada awal tahun berikutnya. Dengan demikian, aktivitas penyerapan gabah dari petani diproyeksikan kembali berjalan seiring siklus produksi pertanian.
Capaian serapan di Jepara tersebut menjadi bagian dari kinerja Bulog secara nasional. Ashville menyebut Bulog telah menyerap 4,1 juta ton setara beras, atau mencapai 102,88 persen dari target penugasan pemerintah sebesar 4 juta ton.
Meski target nasional telah terlampaui, perkembangan stok di tingkat daerah tetap menjadi hal penting untuk dicermati. Ketersediaan ruang penyimpanan, kelancaran penyerapan saat panen, serta kesinambungan cadangan beras menjadi bagian dari upaya menjaga stabilitas pangan dan kepentingan petani di Jepara. (Jam)
