TRITIS.CO, JEPARA – Pertandingan final Indonesia melawan Thailand dalam turnamen ASEAN Cup I yang berlangsung Senin (5/10/2026) malam tak hanya menjadi tontonan bagi pecinta sepak bola. Bagi warga Desa Kawak, Kecamatan Pakisaji, Jepara, laga tersebut juga menjadi momentum untuk berkumpul dan mempererat guyub antarwarga.
Suasana nobar berlangsung meriah di halaman rumah Hery, Petinggi Desa Kawak. Sekitar 120 warga dari sejumlah RT dan RW hadir bersama-sama menikmati pertandingan sembari bersorak, bercengkerama, dan menikmati kopi serta makanan ringan yang disediakan tuan rumah secara gratis.
Nasuka (27), warga RT 12/RW 02 Desa Kawak, mengaku pertandingan final tersebut sudah lama dinantikan. Menurutnya, pembahasan mengenai laga Indonesia melawan Thailand bahkan sudah menjadi obrolan sehari-hari bersama para pemuda.
“Ini pertandingan yang saya tunggu-tunggu. Setiap hari saya dan pemuda Kawak sering berkumpul, ngobrol dan membahas pertandingan final ini,” ujar Nasuka saat ditemui di lokasi nobar.
Menurutnya, menonton pertandingan secara bersama-sama memiliki keseruan tersendiri dibandingkan menyaksikannya seorang diri di rumah.
“Lebih seru nobar daripada nonton sendiri. Bisa bersorak bersama dan tidak mudah mengantuk karena ramai,” katanya.
Hal senada disampaikan Yatman (45), warga RT 05/RW 01 Desa Kawak. Ia menilai nobar menjadi salah satu kegiatan sederhana yang mampu mempertemukan warga dari berbagai lingkungan.
“Nobar itu lebih seru dan lebih greng daripada nonton sendirian. Kita bisa kumpul dengan tetangga dan warga lainnya,” ujarnya.
Bagi warga, kegiatan tersebut tidak hanya berbicara tentang hasil pertandingan. Nobar menjadi ruang interaksi sosial yang membuat warga lebih sering bertemu, bercanda, dan membangun komunikasi antartetangga.
“Dengan adanya nobar, warga dari beberapa RW bisa bertemu, bercanda dan guyon bersama. Kerukunan antarwarga juga semakin baik,” tutur Nasuka sembari menikmati kopi hitam yang disediakan tuan rumah.
Tradisi menyediakan kopi secara gratis juga menjadi bagian yang membuat kegiatan nobar di tempat tersebut semakin menarik. Nasuka menyebut nobar di rumah Hery cukup sering digelar ketika Persijap Jepara maupun Timnas Indonesia bertanding.
“Nobar di depan rumah Pak Petinggi sering diadakan setiap Persijap dan Timnas main. Semua yang datang pasti kebagian kopi, dan gratis,” katanya.
Yatman membenarkan hal tersebut. Menurutnya, jumlah warga yang datang tidak menjadi persoalan karena konsumsi tetap disediakan bagi para penonton.
“Berapapun yang datang pasti kebagian kopi. Kadang juga ada camilan. Semuanya gratis. Ini sangat bagus bagi warga pecinta sepak bola,” ujarnya sembari mengupas pisang.
Keduanya berharap tradisi nobar tersebut tetap berjalan meskipun nantinya Hery tidak lagi menjabat sebagai Petinggi Desa Kawak.
“Saya dan nom-noman Kawak berharap nobar tetap ada meskipun Pak Hery nanti tidak menjabat lagi. Kegiatan seperti ini sangat positif untuk menjaga guyub rukun warga dan pemuda Kawak,” kata Nasuka.
Yatman juga berharap kegiatan tersebut terus dipertahankan sebagai ruang positif bagi warga untuk berkumpul dan bersilaturahmi.
“Mugo-mugo Pak Hery tidak bosan mengadakan nobar di rumahnya. Kegiatan seperti ini bagus untuk warga berkumpul, bercengkerama, dan mengurangi kegiatan yang negatif,” pungkasnya. (Lutfillah)
