LOMBA TONGTEK MAULID FEST SROBYONG NAIK KELAS, DIGADANG JADI IKON BARU DESA

TRITIS.CO, JEPARA — Peringatan Maulid Nabi di Desa Srobyong, Kecamatan Mlonggo, Kabupaten Jepara, tahun ini tampil lebih meriah. Gelaran Maulid Fest Srobyong 2026 tak hanya menghadirkan lebih banyak pelaku UMKM, tetapi juga membawa lomba tongtek ke level yang lebih besar dan kreatif.

Ketua Panitia Maulid Fest Srobyong 2026, Zaenal Abidin, mengatakan peningkatan terlihat dari jumlah UMKM maupun peserta lomba tongtek yang terlibat.

Hal itu disampaikannya saat ditemui di sekretariat kegiatan di depan Masjid Baiturrahman Srobyong, Jumat (11/9/2026).

“Maulid Fest tahun ini jumlah UMKM dan jenis produk yang dijual lebih banyak. Bahkan jumlah kota asal UMKM yang berpartisipasi pun bertambah. Ada dari Kudus, Pati, Welahan dan Demak,” ungkap Zaenal.

Menurutnya, lomba tongtek juga menjadi salah satu daya tarik utama dalam Maulid Fest tahun ini. Jumlah peserta meningkat dibandingkan pelaksanaan tahun sebelumnya.

“Tahun lalu hanya diikuti sekitar delapan peserta. Tahun ini ada 11 peserta dengan kualitas dan kreativitas yang lebih baik,” tegasnya.

Peningkatan tersebut tak hanya terlihat dari jumlah peserta, tetapi juga dari besarnya persiapan yang dilakukan masing-masing kontingen. Salah satunya kontingen dari Troso yang menurunkan sekitar 45 orang pemain dan kru.

Ketua kontingen tongtek Troso, Fikri Laras Sembodo (33), mengatakan persiapan tahun ini dilakukan lebih serius. Bahkan anggaran yang dikeluarkan untuk perlengkapan hingga akomodasi mencapai puluhan juta rupiah.

“Total pemain dan kru ada sekitar 45 orang. Biaya yang kami keluarkan untuk alat dan gerobak besar sekitar Rp39 juta, sedangkan akomodasi dan transportasi sekitar Rp2,3 juta,” ungkap Fikri.

Sementara itu, Ketua Kontingen Tongtek Srobyong, Sholihul Iman (48), mengaku mengeluarkan anggaran sekitar Rp18 juta untuk mengikuti perlombaan tersebut.

“Untuk peralatan dan gerobak sekitar Rp15,7 juta dan akomodasi Rp1,6 juta. Memang jumlah pasukan kami lebih sedikit dibanding peserta lain. Gerobak kami juga tidak sebesar peserta lainnya dan peralatan kami tidak selengkap yang lain,” jelasnya.

Menariknya, seluruh biaya tersebut ditanggung sendiri oleh Sholihul Iman. Ia menyebut keterlibatannya dalam lomba bukan semata mengejar kemenangan, melainkan sebagai bentuk kebanggaan dan sumbangsih untuk desanya.

“Saya lakukan ini sebagai bentuk rasa bangga dan sumbangsih kepada desa saya. Harapan saya, lomba tongtek yang diselenggarakan setiap tahun ini semakin besar dan menjadi ikon Desa Srobyong,” katanya.

Harapan tersebut mendapat dukungan dari panitia Maulid Fest Srobyong 2026. Zaenal Abidin menegaskan pihaknya ingin menjadikan lomba tongtek sebagai salah satu identitas baru Desa Srobyong.

“Kami bertekad semakin meningkatkan kualitas kreativitas dan jumlah peserta lomba tongtek. Karena ini bisa membawa nama besar Desa Srobyong,” imbuh Zaenal.

Optimisme serupa disampaikan Fikri Laras Sembodo. Menurutnya, antusiasme masyarakat, panitia, dan peserta tahun ini menjadi modal penting agar lomba tongtek Srobyong terus berkembang.

“Saya yakin lomba tongtek di Maulid Fest Srobyong ini akan semakin besar dan dikenal. Antusiasme warga, panitia serta peserta sangat besar. Sambutan panitia dan penonton juga semakin baik, ditambah jumlah hadiah yang lebih baik dibanding tahun sebelumnya,” pungkasnya.

Dengan meningkatnya jumlah peserta, kreativitas, serta dukungan masyarakat, lomba tongtek dalam Maulid Fest Srobyong 2026 mulai menunjukkan potensi bukan sekadar sebagai hiburan tahunan, tetapi sebagai ikon budaya dan kreativitas baru Desa Srobyong. (Ltf)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *