2.688 Porsi MBG Karangkebagusan Jepara Ditarik, 14 Siswa dan 3 Guru Dilarikan Ke RS

JEPARA, TRITIS.CO — Ribuan paket Makan Bergizi Gratis (MBG) di SPPG Jepara Karangkebagusan ditarik kembali setelah muncul persoalan pada menu ayam katsu, Rabu (16/9/2026).

Sebanyak 2.688 foodtray yang sebelumnya telah didistribusikan kepada penerima manfaat ditarik untuk mencegah makanan yang dinilai bermasalah kembali dikonsumsi.

Dalam kejadian tersebut, 17 orang terdiri dari 14 siswa SD dan tiga guru dibawa ke RS PKU Aisyiyah untuk menjalani pemeriksaan setelah mengeluhkan kondisi kesehatan usai mengonsumsi menu MBG.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Jepara, Hadi Sarwoko, membenarkan adanya pemeriksaan terhadap 17 orang tersebut.

“Dalam rangkaian kejadian tersebut, 17 orang dibawa ke RS PKU Aisyiyah untuk menjalani pemeriksaan. Mereka terdiri dari 14 siswa SD dan tiga guru. Seluruhnya mendapat penanganan medis secara rawat jalan,” kata Hadi melalui sambungan telepon.

Persoalan Ayam Katsu Terdeteksi Sejak Dini Hari

Persoalan pada bahan baku disebut telah terdeteksi sejak proses pengolahan.

Sekitar pukul 02.00 WIB, tim SPPG menemukan satu baskom ayam mengalami perubahan bau. Bahan tersebut kemudian dipisahkan dan tidak digunakan.

Pengawas gizi juga meminta tim pengolahan agar ayam tersebut tidak dicampurkan dengan bahan lainnya.

Namun, sekitar pukul 03.00 WIB, pemeriksaan terhadap ayam katsu yang telah digoreng kembali menemukan adanya perbedaan kondisi.

Sebagian ayam dinilai masih layak, sementara sebagian lainnya dinilai sudah tidak layak.

“Setelah dilakukan pengecekan, ditemukan ada ayam katsu yang kondisinya berbeda. Sebagian masih layak dan sebagian lainnya sudah tidak layak,” ujar Hadi.

Sebelumnya, SPPG menerima 2.750 potong ayam fillet pada Selasa (15/9/2026) sekitar pukul 15.18 WIB.

Bahan tersebut diterima dalam kondisi segar dan sebagian dalam keadaan beku. Ayam beku kemudian menjalani proses thawing, penyortiran dan pencucian sebelum masuk ke tahap pengolahan.

Sekitar pukul 07.45 WIB, Ahli Gizi bersama Kepala SPPG kembali melakukan pengecekan terhadap ayam yang berada di bagian pemorsian.

Selanjutnya, sekitar pukul 08.58 WIB, SD Negeri Karangkebagusan melaporkan adanya keluhan terkait ayam katsu yang diterima.

Ribuan Foodtray Langsung Ditarik

Mendapat laporan tersebut, pihak SPPG memutuskan menarik seluruh foodtray yang telah didistribusikan.

Sekitar pukul 09.45 WIB, staf SPPG bergerak ke sekolah-sekolah penerima manfaat untuk menarik makanan sekaligus mengecek kondisi siswa dan guru yang telah menerima menu tersebut.

Dari proses penanganan itu, 17 orang kemudian dibawa ke RS PKU Aisyiyah.

Keluhan yang dilaporkan antara lain mual, pusing dan diare setelah mengonsumsi menu MBG.

Setelah menjalani pemeriksaan, seluruhnya mendapat penanganan rawat jalan dan diperbolehkan pulang.

Ahli Gizi SPPG Jepara Karangkebagusan, Muhammad Hafidz Nugroho, mengatakan penarikan dilakukan setelah pihaknya memastikan terdapat menu yang dinilai tidak layak dikonsumsi.

“Kami langsung instruksikan untuk menarik semua saat kami tahu menu tidak layak konsumsi. Untuk siswa yang terdampak, kami larikan ke RS Aisyah. Alhamdulillah tidak sampai rawat inap dan semuanya sudah dibawa pulang ke rumah masing-masing,” kata Hafidz.

Menurut Hafidz, penarikan dilakukan sebagai langkah antisipasi agar makanan yang dinilai tidak layak tidak kembali dikonsumsi dan untuk mencegah bertambahnya orang yang mengalami keluhan.

2.688 Penerima Manfaat

Pada hari tersebut, SPPG Jepara Karangkebagusan mendistribusikan MBG kepada 2.688 penerima manfaat.

Rinciannya terdiri dari:

  • 2.158 siswa
  • 161 guru dan tenaga kependidikan
  • 369 penerima manfaat kelompok 3B

Menu yang dibagikan meliputi nasi putih, ayam katsu, tumis kol dan wortel, tahu goreng serta anggur merah.

Pihak SPPG selanjutnya melakukan evaluasi terhadap seluruh tahapan, mulai dari penerimaan bahan baku, penyimpanan, thawing, persiapan, pengolahan hingga distribusi.

Penyebab Keluhan Masih Ditelusuri

Meski 17 orang telah menjalani pemeriksaan di rumah sakit, hingga saat ini belum ada kesimpulan medis bahwa keluhan tersebut disebabkan oleh makanan MBG.

Dengan demikian, kejadian tersebut belum dapat disebut sebagai keracunan makanan sebelum terdapat hasil pemeriksaan dan penelusuran yang memastikan penyebabnya.

Pemeriksaan lebih lanjut diperlukan untuk mengetahui apakah keluhan yang dialami berkaitan dengan menu ayam katsu maupun faktor lainnya.

Hafidz menegaskan, penarikan ribuan porsi merupakan langkah pengamanan setelah ditemukan persoalan pada salah satu menu.

“Yang pasti, hari ini ribuan porsi yang sudah didistribusikan kami tarik kembali setelah muncul keluhan terhadap salah satu menu. Kami juga terus melakukan evaluasi agar kejadian seperti ini tidak terulang,” pungkasnya. (Djj)

TRITIS.CO — Suaranya Warga, Faktanya Nyata

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *