Karimunjawa Tak Hanya Jual Pantai, Pemkab Jepara Gagas Wisata Pendidikan Bahasa Inggris

TRITIS.CO, JEPARA – Pemerintah Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, mulai mendorong pengembangan konsep wisata baru di Karimunjawa. Tidak hanya mengandalkan keindahan pantai dan wisata bahari, Karimunjawa diarahkan untuk memiliki destinasi wisata pendidikan, termasuk program pembelajaran bahasa Inggris yang memadukan edukasi dan pengalaman wisata.

Gagasan tersebut disampaikan Bupati Jepara Witiarso Utomo di Ruanh Kerjanya, Kamis (10/9/2026). Konsep tersebut dinilai dapat membuka pasar wisatawan baru sekaligus memperpanjang aktivitas wisatawan selama berada di Karimunjawa.

Bupati Jepara Witiarso Utomo mengatakan, pengembangan pariwisata Karimunjawa tidak seharusnya hanya bertumpu pada potensi alam dan wisata pantai. Potensi kawasan daratan juga perlu dikembangkan agar aktivitas ekonomi dan ekosistem pariwisata semakin luas.

«“Pengembangan wisata di Pulau Karimunjawa tidak boleh hanya berorientasi pada sumber daya alam maupun wisata pantai. Potensi wisata daratan juga perlu dikembangkan agar ekosistem pariwisata di wilayah tersebut semakin hidup,” kata Witiarso

Menurutnya, salah satu konsep yang dapat dikembangkan adalah wisata pendidikan bahasa Inggris. Program tersebut diharapkan mampu menghadirkan segmen wisatawan baru, khususnya peserta pendidikan atau pelajar yang ingin belajar bahasa Inggris sekaligus menikmati suasana Karimunjawa.

«“Pengembangan wisata pendidikan bahasa Inggris merupakan salah satu upaya untuk menciptakan pasar baru,” ujarnya.»

Konsep tersebut juga memiliki keunggulan karena Karimunjawa selama ini menjadi salah satu tujuan wisatawan mancanegara. Keberadaan turis asing dapat dimanfaatkan sebagai bagian dari pengalaman belajar, sehingga peserta tidak hanya mendapatkan pembelajaran di ruang kelas, tetapi juga memiliki kesempatan mempraktikkan kemampuan bahasa Inggris secara langsung dengan native speaker.

Buka Akses ke Pulau Lain

Selain mengembangkan wisata pendidikan, Pemkab Jepara juga berencana memperluas akses wisata ke sejumlah pulau di sekitar Karimunjawa, termasuk Pulau Nyamuk.

Pembukaan destinasi baru diharapkan mampu mengurangi konsentrasi wisatawan di lokasi-lokasi yang selama ini menjadi tujuan utama. Pada saat yang sama, manfaat ekonomi dari sektor pariwisata diharapkan dapat menyebar lebih luas hingga ke masyarakat di pulau-pulau lainnya.

Menurut Witiarso, pengembangan destinasi harus dibarengi dengan peningkatan kualitas fasilitas dan kebersihan lingkungan.

Ia menilai kenyamanan wisatawan menjadi salah satu faktor penting dalam membangun citra Karimunjawa sebagai destinasi wisata unggulan.

«“Kebersihan dan wangi harus dijaga. Biar wisatawan nyaman,” tegasnya

Potensi Wisata Karimunjawa Masih Besar

Karimunjawa memiliki kekayaan wisata bahari, alam, hingga wisata daratan. Kawasan tersebut terdiri atas 27 pulau dengan panorama alam yang menjadi daya tarik utama wisatawan.

Beragam aktivitas wisata bahari dapat dilakukan, mulai dari snorkeling, diving, penangkaran hiu, hingga menjelajahi pulau-pulau kecil yang eksotis dan tidak berpenghuni.

Sementara itu, wisata darat menawarkan sejumlah pilihan, seperti menikmati pantai berpasir putih, melihat panorama dari kawasan perbukitan, hingga trekking di kawasan mangrove.

Potensi tersebut semakin penting dikembangkan karena jumlah kunjungan wisatawan ke Karimunjawa tergolong besar. Setiap tahun, kunjungan tercatat berada di kisaran 70.000 wisatawan domestik dan sekitar 7.000 wisatawan mancanegara.

Besarnya arus kunjungan tersebut menjadi peluang bagi Jepara untuk tidak sekadar meningkatkan jumlah wisatawan, tetapi juga memperbanyak produk dan pengalaman wisata yang dapat dinikmati selama berada di Karimunjawa.

Dengan demikian, Karimunjawa ke depan diharapkan tidak hanya dikenal sebagai destinasi wisata pantai dan laut, tetapi juga sebagai kawasan yang mampu menggabungkan pariwisata, pendidikan, budaya, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal. (Djj)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *