Satgas Dorong MBG Prasmanan Diuji di Semua Kecamatan Jepara

TRITIS.CO, JEPARA – Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan konsep prasmanan di Kabupaten Jepara mulai mendapat perhatian serius dari Satuan Tugas (Satgas) MBG Jepara.

Setelah melihat langsung pelaksanaan uji coba di SD Kanisius Jepara, Kamis (8/10/2026), Satgas MBG menilai konsep tersebut layak untuk diuji lebih luas di berbagai wilayah.

Ketua Satgas MBG Jepara yang juga Wakil Bupati Jepara, Muhammad Ibnu Hajar, bahkan mendorong agar uji coba MBG prasmanan dilakukan di setiap kecamatan.

Menurut Hajar, penerapan konsep tersebut penting untuk melihat respons siswa sekaligus mengevaluasi kesiapan sekolah dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di masing-masing wilayah.

“Saya sudah sampaikan kepada BGN untuk setiap kecamatan melakukan trial (MBG prasmanan) seperti ini. Kita ingin melihat antusias anak-anak seperti apa,” ujar Hajar.

Uji coba di SD Kanisius sendiri telah memasuki hari keempat. Pelaksanaannya masih terbatas bagi siswa kelas 4, 5 dan 6 dengan jumlah sekitar 25 siswa.

Dalam pelaksanaannya, siswa dibantu petugas SPPG untuk menyajikan makanan. Siswa yang bertugas mengambilkan makanan diwajibkan menggunakan penutup kepala, masker dan sarung tangan.

Meski mendapat respons positif dari siswa, Satgas MBG Jepara juga menemukan sejumlah hal yang perlu dievaluasi.

Salah satunya berkaitan dengan waktu istirahat. Dengan sistem prasmanan, waktu makan siswa menjadi lebih panjang, dari sebelumnya sekitar 15–20 menit menjadi 30–40 menit.

Selain itu, keterlibatan siswa sebagai penyaji makanan juga dinilai perlu diperhatikan karena dapat mengurangi waktu belajar mereka.

“Temuan dan catatan yang kami lihat hari ini akan kami sampaikan kepada BGN,” kata Hajar.

Di sisi lain, Hajar melihat konsep prasmanan memberikan sejumlah keunggulan. Makanan yang diterima siswa dinilai lebih segar dan hangat sehingga meningkatkan selera makan.

Koordinator SPPG Kabupaten Jepara, Muhammad Wildan Musthofa, mengatakan Jepara menjadi salah satu daerah yang masuk dalam uji coba MBG prasmanan. Secara nasional, konsep tersebut diterapkan pada sejumlah sekolah sebagai bagian dari pengujian model pelayanan MBG.

Menurut Wildan, konsep prasmanan bukan hanya ditujukan agar siswa mendapatkan makanan, tetapi juga memberikan edukasi mengenai gizi dan membantu anak mengenali serta menyesuaikan porsi makanan yang mereka konsumsi.

“Anak-anak sangat antusias. Karena makanannya masih hangat. Tadi bahkan ada yang sampai ambil dua kali,” ungkapnya.

Uji coba MBG prasmanan di Jepara direncanakan berlangsung selama dua pekan. Setelah masa uji coba selesai, Badan Gizi Nasional (BGN) akan melakukan evaluasi untuk menentukan apakah lokasi pelaksanaan akan diperluas atau tetap menggunakan titik yang sudah ada.

Jika usulan Satgas MBG Jepara diterima, pelaksanaan uji coba di setiap kecamatan diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih lengkap mengenai efektivitas sistem prasmanan sebelum diterapkan secara lebih luas. (Jam)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *