TRITIS.CO, JEPARA — Pengendara yang melintas di sekitar proyek pembangunan Jembatan Desa Kawak, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Jepara, diminta meningkatkan kewaspadaan. Sebuah minibus Kia Pregio terjebak setelah memasuki jalur darurat di sekitar proyek jembatan, Minggu malam (20/9/2026).
Minibus tersebut diketahui dikendarai warga Desa Kecapi. Berdasarkan informasi yang diperoleh di lokasi, kendaraan itu merupakan bagian dari rombongan tiga mobil yang datang dari wilayah Bangsri. Namun, satu kendaraan di antaranya salah mengambil jalur dan akhirnya masuk ke akses darurat di sekitar proyek jembatan.
Akses tersebut merupakan jalan sementara yang dibuat warga. Kondisinya relatif sempit dan hanya dapat dilalui sepeda motor. Saat minibus melintas, kendaraan tersebut tidak dapat kembali ke jalur semula karena kondisi jalan yang menurun cukup curam.
Salah seorang warga Desa Kawak, Nur Koles, mengatakan dirinya saat itu sedang berada tidak jauh dari lokasi. Ia kemudian mendapat informasi bahwa terdapat minibus yang terjebak.
“Saya malam ini kebetulan sedang nongkrong di dekat lokasi. Kemudian diberi informasi ada minibus terjebak. Saya pulang mengambil jeep,” ujar Nur Koles.
Menurutnya, kondisi medan membuat minibus tidak bisa keluar dengan kemampuannya sendiri. Warga kemudian berinisiatif menggunakan jeep untuk membantu menarik kendaraan tersebut.
“Saya berinisiatif menariknya karena medannya terlalu curam, jadi harus ditarik untuk bisa naik ke atas,” katanya.

Proses evakuasi berlangsung sekitar pukul 23.00 WIB. Dengan bantuan jeep dan warga sekitar, minibus akhirnya berhasil ditarik keluar dari jalur darurat.
Nur Koles menambahkan, berdasarkan keterangan dari pengemudi, minibus tersebut merupakan bagian dari rombongan yang datang dari wilayah Bangsri. Dari tiga kendaraan dalam rombongan tersebut, satu kendaraan diduga salah mengambil jalur hingga masuk ke akses darurat.
Di sekitar lokasi proyek sebenarnya telah terpasang rambu pemberitahuan mengenai penutupan sementara jalur karena adanya pekerjaan rehabilitasi jembatan.
Nur Koles berharap kejadian serupa tidak kembali terjadi. Ia mengimbau pengguna jalan agar memperhatikan rambu dan tidak memaksakan diri melewati akses yang telah ditutup.
“Semoga kejadian ini tidak terulang lagi karena sudah ada imbauan penutupan sebelum lokasi pembangunan jembatan,” ujarnya.
Sebelumnya Pengendara Motor Terperosok ke Sungai
Kawasan proyek Jembatan Kawak sebelumnya juga menjadi lokasi kecelakaan. Pada Jumat malam (28/8/2026), seorang perempuan asal Desa Jambu, Kecamatan Mlonggo, terperosok ke sungai saat mengendarai sepeda motor Honda Vario warna hitam dari arah utara.
Korban kemudian dievakuasi warga dan dibawa ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan medis.
Dua kejadian tersebut menjadi perhatian bagi pengguna jalan yang melintas di sekitar proyek pembangunan jembatan. Selain kondisi jalan yang masih dalam pekerjaan, jalur alternatif yang tersedia juga memiliki keterbatasan dan tidak semuanya dapat dilalui kendaraan roda empat.
Warga berharap selama proses pembangunan berlangsung, pengamanan lokasi, penerangan, rambu-rambu, serta informasi mengenai jalur alternatif dapat diperjelas. Dengan demikian, pengguna jalan dapat mengetahui akses yang aman dan tidak kembali terjadi kendaraan yang salah jalur maupun kecelakaan di sekitar proyek. (Djj)
