Resik Pasar Setiap Jumat, Disperindag Jepara Dorong Kenyamanan Pedagang dan Peningkatan PAD

TRITIS.CO, JEPARA – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Jepara menerapkan program Resik Pasar yang dilaksanakan setiap Jumat di 21 pasar tradisional di wilayah Kabupaten Jepara. Program tersebut menjadi salah satu strategi Kepala Disperindag Jepara, Anjar Jambore Widodo, dalam meningkatkan kebersihan pasar, kenyamanan pedagang dan pembeli, serta mendukung pencapaian target Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Anjar Jambore Widodo mengatakan, program Resik Pasar merupakan pendekatan baru yang ditempuh untuk membangun komunikasi sekaligus mendampingi para kepala pasar dalam mengelola pasar dan mencapai target pendapatan tahunan.

“Ini merupakan cara baru yang saya tempuh untuk berkomunikasi dan mendampingi para kepala pasar di Kabupaten Jepara dalam mengelola pasar dan mencapai target pendapatan per tahun,” ujar Anjar saat ditemui awak media di kantornya, Jumat (25/9/2026).

Menurut Anjar, program Resik Pasar tidak hanya berfokus pada kebersihan lingkungan pasar, tetapi juga menjadi upaya menciptakan suasana yang aman, nyaman, dan menyenangkan bagi pedagang maupun pembeli.

“Jika pasar bersih, maka para pedagang lebih senang dan nyaman melakukan aktivitasnya. Hal ini bisa meningkatkan kualitas pelayanan kepada pembeli,” imbuhnya.

Pernyataan tersebut dibenarkan Kepala Pasar Bangsri, Abdul Hakim, saat dikonfirmasi awak media melalui WhatsApp. Ia mengungkapkan bahwa pelaksanaan program Resik Pasar memberikan suasana yang lebih nyaman bagi para pedagang.

“Sejak program Resik Pasar dijalankan, para pedagang lebih termotivasi datang ke pasar dan lebih ramah kepada pembeli, karena pikirannya tidak terganggu oleh suasana yang kumuh,” ujar Hakim.

Dukungan terhadap program tersebut juga disampaikan Suroso (63), pedagang jamu adukan asal Kecamatan Bangsri. Ia membenarkan adanya program kebersihan pasar dan berharap pelaksanaannya dapat berjalan secara konsisten.

“Saya sangat setuju dan mendukung program ini karena sangat bermanfaat. Semoga tidak hangat-hangat tahi ayam atau hanya bagus di awal, tetapi melempem di kemudian hari. Kalau pasar bersih, yang berkunjung juga senang, sehingga pasar bisa semakin ramai,” tegas Suroso.

Ia berharap program Resik Pasar dilaksanakan secara maksimal dan berkelanjutan, sehingga Pasar Bangsri dapat menjadi tempat yang nyaman bagi masyarakat untuk berbelanja sekaligus menikmati suasana pasar.

Anjar menjelaskan, program Resik Pasar telah dilaksanakan sejak April 2026 dan diterapkan di seluruh pasar yang berada di bawah pengelolaan Disperindag Kabupaten Jepara, dengan jumlah 21 pasar.

“Program ini adalah ide dan gagasan saya yang dilaksanakan sejak bulan pertama saya menjabat,” imbuh Anjar.

Ia meyakini, kebersihan dan kenyamanan pasar dapat menjadi salah satu faktor yang mendorong peningkatan minat masyarakat untuk berkunjung dan berbelanja di pasar tradisional.

“Jika pasar bersih dan tidak kumuh, maka minat masyarakat untuk datang dan berbelanja akan meningkat. Hal ini tentu akan meningkatkan transaksi dan perputaran uang, sehingga otomatis akan meningkatkan income pedagang,” lanjutnya.

Sejalan dengan pernyataan tersebut, Abdul Hakim menyampaikan bahwa program Resik Pasar berpotensi memberikan dampak positif terhadap pendapatan pedagang sekaligus penerimaan pasar.

Bahkan, Hakim mengklaim bahwa pendapatan Pasar Bangsri mengalami peningkatan setiap bulan sejak program tersebut diterapkan.

“Sejak adanya program ini, pendapatan Pasar Bangsri setiap bulan mengalami peningkatan,” tegas Hakim.

Pernyataan tersebut juga dibenarkan Anjar. Ia menyebut Pasar Bangsri sebagai salah satu pasar yang memberikan kontribusi besar terhadap PAD Kabupaten Jepara, selain Pasar Pecangaan, Mayong, dan Kalinyamatan.

“Sejujurnya, Pasar Bangsri merupakan salah satu pasar yang paling banyak menyumbangkan PAD, selain Pecangaan, Mayong, dan Kalinyamatan,” pungkas Anjar. (Ltf)

TRITIS.CO | Suaranya Warga, Faktanya Nyata

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *