Dari Reruntuhan Pasar Lama, Lapak Kuliner Mulai Hidupkan Malam Bangsri

TRITIS.CO, JEPARA – Bekas Pasar Lama Bangsri kini menyisakan hamparan lahan luas setelah seluruh bangunan pasar diratakan. Aktivitas perdagangan yang dahulu menjadi denyut keramaian kawasan tersebut pun ikut menghilang.

Namun, dari reruntuhan pasar lama itu, aktivitas baru mulai tumbuh. Dalam sekitar dua bulan terakhir, sejumlah lapak kuliner bermunculan dan perlahan menghidupkan suasana malam di kawasan tersebut.

Salah satunya adalah lapak ketupat sayur milik Nur Atmaja (48), warga Bangsri. Ia mengaku sudah berjualan sejak kawasan tersebut mulai digunakan sebagai lokasi lapak kuliner.

“Saya berjualan di sini sejak pertama tempat ini dibuka. Alhamdulillah, semakin hari semakin bertambah pengunjungnya,” ujar Nur Atmaja, Kamis (24/9/2026).

Hal senada disampaikan Sutarno (60), pemilik lapak Wedang Jahe Rempah. Meski baru sekitar tiga minggu berjualan, ia mengaku mulai merasakan perkembangan dari sisi omzet.

“Saya jualan di sini baru tiga minggu. Alhamdulillah, setiap hari omzet membaik. Selalu ada kelebihan setelah dikurangi biaya operasional,” kata Sutarno.

Menurut Nur Atmaja dan Sutarno, berjualan di kawasan tersebut juga relatif aman dan nyaman. Mereka mengaku tidak mengalami gangguan maupun pungutan liar selama berjualan.

“Jualan di sini enak, aman dan lancar. Tidak ada iuran apa pun selain biaya sewa lapak. Jadi walaupun omzet kecil, saya senang dan betah,” imbuh Sutarno.

Saat ini terdapat sekitar 14 lapak UMKM di kawasan tersebut. Namun, tidak seluruhnya aktif setiap malam. Dari jumlah tersebut, sekitar delapan hingga sembilan lapak tercatat rutin berjualan.

“Dari 14 lapak, hanya delapan atau sembilan lapak yang rutin jualan tiap malam. Mungkin mereka masih belum yakin dengan potensi di sini,” ungkap Nur Atmaja.

Meski kondisi saat ini belum terlalu ramai, Nur Atmaja melihat kawasan bekas Pasar Lama Bangsri memiliki prospek yang cukup besar. Terlebih, lokasi tersebut berada di kawasan strategis dan terdapat rencana pembangunan di lahan bekas pasar.

“Saya yakin sekali potensi berjualan di sini sangat bagus karena tempatnya strategis, apalagi jika pembangunan di tanah bekas pasar ini sudah mulai. Makanya saya berharap pembangunan di sini dipercepat,” pungkasnya.

Sutarno juga memiliki keyakinan serupa. Ia memilih tetap bertahan meski jumlah pengunjung saat ini belum terlalu banyak karena melihat adanya potensi keramaian setelah rencana pembangunan kawasan tersebut terealisasi.

“Kami bertahan di sini walau masih sepi karena yakin tempat ini akan ramai setelah rencana pembangunan di bekas pasar lama direalisasikan dan selesai,” pungkas Sutarno.

Kini, lapak-lapak kuliner tersebut menjadi aktivitas baru di tengah lahan bekas Pasar Lama Bangsri. Para pedagang berharap rencana penataan dan pembangunan kawasan segera terealisasi sehingga kawasan tersebut tidak hanya menjadi ruang baru bagi UMKM, tetapi juga berkembang menjadi salah satu titik aktivitas masyarakat di Bangsri. (Ltf)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *