Selada MBG Sekuro 01 Mlonggo Positif E. Coli, Ratusan Siswa Sempat Tumbang

TRITIS.CO, JEPARA – Hasil uji laboratorium terhadap sampel makanan Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikonsumsi siswa di Kecamatan Mlonggo, Kabupaten Jepara, akhirnya keluar. Hasilnya, salah satu menu yang diuji terdeteksi positif mengandung Escherichia coli (E. coli).

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Jepara, Hadi Sarwoko, mengatakan sampel yang diperiksa berasal dari menu MBG yang dibagikan pada Senin (7/9/2026). Sampel tersebut meliputi ayam bakar, anggur, selada, dan sambal.

Sampel dikirim oleh petugas Puskesmas Mlonggo dari Bank Sampel Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Jepara Mlonggo Sekuro 01 ke Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda).

Hasil pemeriksaan menunjukkan selada positif E. coli. Selain itu, ditemukan pula kapang atau jamur yang berpotensi menimbulkan reaksi alergi.

Sementara itu, sampel anggur juga terdeteksi positif mengandung kapang atau jamur.

“Untuk sambal dan ayam bakar hasilnya negatif,” kata Hadi, Senin (14/9/2026).

Kasus ini menjadi perhatian karena menu tersebut sebelumnya dikonsumsi oleh siswa dan guru di SDN 1 Srobyong serta SMK-MA Nawakartika Sekuro. Sedikitnya 150 siswa dan guru dilaporkan mengalami gangguan pencernaan dan diare setelah mengonsumsi MBG.

Tidak hanya makanan, petugas juga melakukan pemeriksaan terhadap air yang digunakan di SPPG milik Yayasan Persyarikatan Muhammadiyah Mlonggo tersebut.

Hadi menyebut hasil pemeriksaan air tidak menemukan bakteri E. coli dan masih memenuhi baku mutu. Namun, pemeriksaan tetap menemukan adanya kuman lain berupa total koliform.

“Untuk uji sampel air hasilnya masih sesuai baku mutu,” ujarnya.

Temuan E. coli pada selada kini menjadi salah satu titik penting dalam penelusuran penyebab gangguan kesehatan yang dialami para penerima MBG.

Sebelumnya, Badan Gizi Nasional (BGN) memutuskan menghentikan sementara operasional SPPG tersebut setelah muncul dugaan kejadian keracunan yang dialami ratusan siswa dan guru.

BGN menyebut insiden tersebut sebagai kejadian fatal.

Persoalan SPPG Mlonggo Sekuro 01 bukan kali pertama menjadi sorotan. Sebelumnya, operasional SPPG tersebut juga pernah dihentikan sementara karena persoalan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang dinilai belum sesuai standar.

Kini, hasil laboratorium menunjukkan adanya E. coli pada salah satu bahan makanan. Pertanyaannya, dari mana kontaminasi itu terjadi dan bagaimana pengawasan keamanan pangan di dapur MBG tersebut?

Jawaban atas pertanyaan itu menjadi penting agar kasus serupa tidak kembali terjadi dan program MBG benar-benar memberikan gizi, bukan justru menimbulkan masalah kesehatan bagi penerimanya. (Djj)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *