Pedagang Pasar Bangsri Baru Keluhkan Harga Token dan Polemik Kios Hasil Undian

TRITIS.CO, JEPARA — Sejumlah pedagang di Pasar Bangsri Baru, Kabupaten Jepara, mengeluhkan persoalan yang dinilai membebani mereka, mulai dari harga pembelian token listrik hingga penempatan kios hasil pengundian.

Salah seorang pedagang makanan berinisial P (60) mengatakan, pembelian token listrik di dalam pasar dinilai lebih mahal dibandingkan saat dirinya berjualan di Pasar Bangsri Lama.

“Kalau di Pasar Bangsri Lama sekitar Rp40 ribu, tapi di Pasar Bangsri Baru bisa sekitar Rp100 ribu,” ungkap P.

Keluhan serupa disampaikan pedagang nonmakanan berinisial MK (45). Menurutnya, persoalan tersebut bukan hanya mengenai harga, tetapi juga jumlah daya listrik yang diperoleh.

“Kalau beli di luar Rp100 ribu dapat sekitar 80 kWh, kalau beli token di dalam dapat sekitar 60 kWh,” kata MK.

Para pedagang berharap jika memang terdapat ketentuan pembelian token harus dilakukan melalui pihak tertentu di dalam pasar, maka harga dan mekanismenya dapat dibuat lebih rasional serta tidak memberatkan pedagang.

“Sebetulnya saya keberatan dengan keharusan beli di dalam, kurang bebas. Tapi kalau harganya sama atau selisih sedikit, ya tidak apa-apa,” imbuh P.

Menurut P, kondisi Pasar Bangsri Baru hingga saat ini masih relatif sepi. Ia mengaku pendapatannya mengalami penurunan lebih dari 50 persen dibandingkan saat masih berjualan di Pasar Bangsri Lama.

“Kami pedagang kecil minta tolong, jangan membuat aturan yang membebani pedagang. Kasihan,” ujarnya.

Selain persoalan token listrik, polemik penempatan kios juga menjadi keluhan sejumlah pedagang. P mengaku pada pengundian awal dirinya mendapatkan nomor kios yang menurutnya berada di lokasi strategis.

“Pada pengundian awal saya mendapat nomor kios yang letaknya strategis. Saat akan saya tempati, tiba-tiba jatah kios saya dipindah ke area yang kurang bagus,” ungkap P.

P juga mengatakan dirinya mendapat informasi bahwa kios yang sebelumnya diperoleh berdasarkan hasil undian tersebut sebenarnya masih dapat ditempati kembali dengan memenuhi persyaratan tertentu.

Namun, pengalaman berbeda disampaikan MK. Ia mengaku sejak awal mendapatkan kios sesuai dengan nomor hasil pengundian, meskipun beberapa pedagang lain mengalami hal serupa dengan P.

“Alhamdulillah sejak awal letak kios saya sesuai dengan undian awal. Tapi saya mendengar dari beberapa teman sesama pedagang bahwa kios yang didapat berubah dari undian awal,” tegas MK.

Para pedagang berharap pengelolaan Pasar Bangsri Baru dapat dilakukan secara transparan dan adil, khususnya terkait mekanisme pembelian token listrik serta sistem pengundian dan penempatan kios.

Mereka juga berharap pemerintah daerah maupun pengelola pasar memberikan penjelasan secara terbuka agar tidak muncul kesalahpahaman maupun keresahan di kalangan pedagang yang saat ini masih beradaptasi dengan kondisi pasar baru. (Ltf)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *