Proyek Jalan Jepara–Keling Rp7,4 Miliar Dikebut, Mandor Sebut Kualitas Setara Jalan Nasional

JEPARA, TRITIS.CO — Pembangunan dan peningkatan kualitas jalan provinsi di Kabupaten Jepara terus dikebut. Salah satunya ruas Jepara–Keling hingga batas Kabupaten Pati yang kini tengah dikerjakan di wilayah Desa Sekuro, Kecamatan Mlonggo, Rabu (19/8/2026).

proses pembangunan berlangsung dengan lancar. Ruas jalan tersebut merupakan jalan provinsi yang pembiayaannya bersumber dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

Hal itu ditegaskan mandor proyek, Andre (33 tahun). Ia menjelaskan, pekerjaan tersebut bukan merupakan program yang dibiayai Pemerintah Kabupaten Jepara.

“Ini kan jalan provinsi, Jadi yang membiayai Pemerintah Provinsi Jateng, bukan Kabupaten Jepara,” ujar Andre.

Meski demikian, menurutnya, usulan pembangunan maupun peningkatan jalan dapat berasal dari pemerintah kabupaten.

Berdasarkan papan informasi proyek, pekerjaan Peningkatan Jalan Jepara–Keling/Batas Kabupaten Pati memiliki nilai kontrak sebesar Rp7.439.430.000. Pelaksanaan proyek dijadwalkan mulai 29 Juni hingga 25 Desember 2026.

Penyedia jasa dalam proyek tersebut adalah CV Jepara Kita, sedangkan konsultan pengawas tercantum PT Matrix Jaya Engineering KSO Mulya Hafar Konsultan.

Untuk tahap pertama, pembangunan jalan dilakukan sepanjang sekitar 950 meter dengan nilai pekerjaan sekitar Rp7,4 miliar.

Andre memperkirakan pekerjaan dapat rampung dalam lima hingga enam bulan. Namun, apabila kondisi lapangan mendukung, penyelesaian bisa dilakukan lebih cepat.

“Sebenarnya kalau semuanya lancar, proyek jalan ini tiga sampai empat bulan bisa selesai ” katanya.

Mengenai kualitas konstruksi, Andre menyebut jalan Sekuro–Mlonggo dibangun dengan spesifikasi beton yang menurutnya setara dengan sejumlah ruas jalan nasional.

Ia menjelaskan, bagian dasar jalan memiliki ketebalan sekitar 10 sentimeter, sedangkan lapisan beton mencapai 30 sentimeter.

“Ini kualitasnya sudah full specification (spesifikasi penuh), Selevel dengan proyek jalan di Pantura dan Jawa Barat,” ujarnya.

Untuk menjaga kualitas hasil pengecoran, proses pekerjaan beton juga dilakukan pada malam hari. Menurut pekerja proyek, Agus (29 thn) pengecoran pada malam hari dinilai lebih optimal karena kondisi suhu tidak terlalu panas.

“Kami ngecor malam hari, Kalau siang hasilnya kurang maksimal dan bisa pecah,” kata Agus.

Di tengah pembangunan jalan, sejumlah warga berharap pekerjaan dapat selesai sesuai jadwal. Salah satunya Amin, warga Desa Sekuro yang memiliki usaha cucian mobil di sekitar lokasi proyek.

Menurut Amin (52), sejak pekerjaan dimulai, jumlah pelanggan yang datang mengalami penurunan cukup signifikan karena akses jalan terdampak pekerjaan.

“Sejak pembangunan dimulai, pelanggan yang datang menurun cukup drastis. Ini sangat memengaruhi pendapatan saya dan karyawan. Kalau sampai molor, belum tentu kami mampu bertahan,” ungkap Amin.

Kekhawatiran serupa disampaikan Ninik Afriyanti (34),relawan salah satu SPPG di wilayah Sekuro yang jalurnya terdampak pembangunan.

Ia khawatir akses kendaraan SPPG akan terganggu apabila ketinggian pengecoran semakin meningkat dan pekerjaan berlangsung terlalu lama.

“Kalau cornya makin tinggi, mobil SPPG kan tidak bisa lewat. Pasti nanti kami diliburkan,” ujar Ninik.

Namun, tidak semua pelaku usaha di sekitar proyek mengeluhkan keberadaan pembangunan tersebut.

Arif, pemilik warung di pinggir jalan Sekuro, justru mengaku mendapatkan keuntungan karena para pekerja proyek sering mampir untuk makan.

“Sejak ada proyek ini warung saya jadi tambah ramai dan penuh canda tawa. Mandor dan pekerjanya sering makan di sini sambil bercanda,” kata Arif.

Meski memiliki dampak sementara terhadap aktivitas usaha dan mobilitas warga, Amin, Ninik maupun Arif mengaku mendukung pembangunan jalan tersebut.

Mereka berharap peningkatan kualitas jalan dapat memperlancar mobilitas masyarakat, mengurangi kerusakan kendaraan, sekaligus mendorong aktivitas ekonomi di wilayah Jepara.

Ninik mengatakan, kondisi jalan yang sebelumnya rusak membuat kendaraan warga lebih sering mengalami masalah.

“Dulu motor saya sering masuk bengkel karena banyak lubang di jalan sekitar Sekuro sampai Mambak,” ungkap Ninik.

Sementara Arif menilai pembangunan infrastruktur jalan dapat memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat dalam jangka panjang.

“Jujur saya senang dengan banyaknya jalan yang dibangun di Jepara ini. Jalan yang bagus akan memperlancar usaha masyarakat dan meningkatkan pendapatan,” ujarnya.

Penulis : Ltf
Editor : Djj

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *