Penangkaran Hiu di Karimunjawa Terbakar, Wisatawan Sempat Panik

TRITIS.CO, JEPARA — Kebakaran hebat menghanguskan bangunan penangkaran hiu di Pulau Menjangan Besar, Kepulauan Karimunjawa, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, Selasa (18/8/2026) sekitar pukul 10.00 WIB.

Kebakaran sempat membuat pengunjung dan penjaga panik. Pasalnya, api dengan cepat membesar dan merambat ke bangunan penangkaran yang sebagian besar terbuat dari kayu dan triplek.

Petinggi Desa Karimunjawa, Arif Setiawan, mengatakan penangkaran tersebut merupakan milik Cuming, warga Semarang. Namun, pengelolaan sehari-hari dilakukan oleh Bejo, warga Karimunjawa yang akrab disapa Pak Dong.

Menurut Arif, api diduga pertama kali muncul dari kamar penjaga penangkaran. Saat itu, tiba-tiba terlihat asap keluar dari ruangan tersebut sebelum api membesar.

“Tiba-tiba keluar asap dari kamar penjaga. Tapi gerakannya cepat. Bisa jadi (sumber api) dari puntung rokok atau obat nyamuk,” kata Arif saat dihubungi melalui sambungan telepon.

Api kemudian dengan cepat melahap bangunan penangkaran yang memiliki panjang sekitar 30 meter. Kamar-kamar yang sebelumnya dipersiapkan untuk pengunjung juga ikut terbakar.

“Semua bangunan terbakar ludes. Kamar-kamar yang rencananya untuk pengunjung ludes semua. Atapnya masih aman karena bahannya asbes,” ujarnya.

Saat kebakaran terjadi, sejumlah wisatawan diketahui sedang berada di lokasi. Mereka tengah menikmati suasana Pulau Menjangan Besar, berswafoto, serta melihat aktivitas pemberian pakan kepada ikan hiu.

Begitu api mulai membesar, warga, penjaga, dan pengunjung berusaha melakukan pemadaman menggunakan peralatan seadanya. Namun, angin yang cukup kencang membuat kobaran api semakin cepat menjalar.

Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Ikan hiu yang berada di area penangkaran juga dilaporkan berhasil diselamatkan.

“Hiu-nya aman. Hanya bangunan yang terbakar. Tidak ada korban jiwa,” jelas Arif.

Arif menyebut kebakaran di lokasi tersebut bukan yang pertama kali terjadi. Penangkaran hiu itu juga pernah mengalami kebakaran pada tahun sebelumnya.

Menurutnya, kebakaran tahun lalu bahkan lebih parah karena menyebabkan sejumlah ikan hiu mati akibat kejadian tersebut.

Sementara itu, Fahri, anak dari pengelolah penangkaran hiu, mengatakan dirinya langsung menuju lokasi setelah mendapat kabar kebakaran.

Fahri mengaku sempat panik hingga tidak membawa telepon selulernya ketika berangkat ke lokasi. Sesampainya di penangkaran, ia langsung berusaha membantu memadamkan api.

“Saya baru saja pulang dari lokasi. Jadi saya nggak bawa HP karena panik mendengar kabar kebakaran tersebut. Saat kebakaran terjadi saya hanya fokus menyiram kobaran api. Alhamdulillah, api sudah padam. Untuk kronologi jelasnya saya sendiri kurang paham,” ungkap Fahri saat dikonfirmasi media.

Hingga kini, penyebab pasti kebakaran belum diketahui. Dugaan awal terkait sumber api juga masih memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.

Penulis : DJJ

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *