TRITIS.CO, Jepara – Jenazah M, warga Desa Plajan, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Jepara, yang menjadi korban kecelakaan KMP Virgo Transport 8, tiba di rumah duka pada Jumat (25/9/2026) pagi.
Kedatangan jenazah disambut keluarga dan warga di rumah duka. Sekretaris Daerah (Sekda) Jepara Ary Bachtiar turut datang untuk menyampaikan belasungkawa sekaligus menyerahkan bantuan tali asih kepada keluarga korban.
Ary datang mewakili Bupati Jepara Witiarso Utomo. Ia menyampaikan duka cita kepada keluarga atas musibah yang menimpa korban.
“Atas nama Pak Bupati, kami menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya almarhum. Kami turut berduka dan berharap keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta ketabahan dalam menghadapi musibah ini,” ujar Ary.
Dalam kunjungan tersebut, Ary didampingi Asisten I Sekda Jepara, Kepala Dinsospermasdes, Camat Pakisaji, serta Petinggi Desa Plajan.
Sebelumnya, M termasuk penumpang KMP Virgo Transport 8 yang sempat dinyatakan masih dalam pencarian setelah kapal mengalami kecelakaan. Jenazah korban ditemukan dalam proses evakuasi dan kemudian menjalani pemeriksaan DNA untuk memastikan identitasnya.
Setelah identitas dipastikan, jenazah dipulangkan dari Banjarmasin menuju Semarang sebelum selanjutnya dibawa ke rumah duka di Desa Plajan.
M sebelumnya masih dalam pencarian ketika Wakil Bupati Jepara Muhammad Ibnu Hajar mengunjungi keluarganya pada 17 September 2026. Saat itu, Gus Wabup mendatangi keluarga tiga warga Jepara yang menjadi penumpang KMP Virgo Transport 8.
“Kami ikut prihatin dan berbelasungkawa atas musibah yang terjadi,” kata Muhammad Ibnu Hajar saat itu.
Dalam kunjungan tersebut, ia juga berkomunikasi melalui panggilan video dengan Abdul Kholeq, warga Desa Mindahan, Kecamatan Batealit, yang selamat dari kecelakaan kapal.
Saat itu, M dan IMR, warga Desa Bantrung, Kecamatan Batealit, masih dalam pencarian. M kini telah ditemukan dan dipulangkan, sementara IMR masih dalam pencarian.
Ketiga warga tersebut diketahui berangkat menggunakan KMP Virgo Transport 8 dengan membawa muatan mebel menuju Kalimantan.
Abdul Kholeq sebelumnya menceritakan bahwa kapal sempat miring sebelum air masuk ke dalam kapal. Ia bersama sejumlah penumpang kemudian berupaya menyelamatkan diri dari kapal tersebut. (Djj)
