Dari Usulan Pemdes 2025, Jembatan Gemuling Kawak Kini Hampir Rampung

TRITIS.CO, JEPARA — Harapan masyarakat Desa Kawak, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Jepara, untuk memiliki Jembatan Gemuling yang lebih aman kini semakin dekat menjadi kenyataan. Jembatan yang berada di jalur Slagi–Guyangan tersebut saat ini tengah menjalani rehabilitasi dan pengerjaannya disebut telah mendekati tahap akhir.

Proses pembangunan tersebut tidak datang begitu saja. Sebelumnya, Pemerintah Desa (Pemdes) Kawak telah mengajukan permohonan penanganan Jembatan Gemuling kepada Pemerintah Kabupaten Jepara pada 2025, setelah menerima laporan masyarakat mengenai kondisi jembatan yang mengalami kerusakan.

Pengajuan itu secara resmi tertuang dalam surat Nomor 411.6/61 tertanggal 12 Juni 2025. Surat tersebut ditujukan kepada Bupati Jepara melalui PUPR Bina Marga Kabupaten Jepara dengan perihal Permohonan Penanganan Darurat Jembatan Gemuling Jalan Slagi–Guyangan Desa Kawak, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Jepara.

Dalam surat tersebut, Pemdes Kawak menyampaikan bahwa kondisi Jembatan Gemuling mengalami kerusakan cukup parah. Jalur tersebut juga merupakan akses yang ramai digunakan masyarakat, khususnya pada pagi dan sore hari ketika warga berangkat maupun pulang bekerja.

Pemdes mengkhawatirkan kerusakan tersebut apabila tidak segera ditangani dapat membahayakan masyarakat yang melintas.

Plh Petinggi Desa Kawak, Sujito, mengatakan langkah pengajuan dilakukan setelah pihak desa menerima laporan warga terkait kondisi jembatan, termasuk bagian pondasi yang mulai mengalami longsor.

“Setelah adanya laporan dari warga bahwa Jembatan Gemuling Kawak dikatakan rusak karena sudah ada pondasi yang mulai longsor, kami dari pihak Pemdes Kawak bagaimana bergerak cepat mengecek kondisi lapangan dan langsung berkomunikasi kepada Pemerintah Kabupaten Jepara,” ujar Sujito saat ditemui awak media di kantornya, Rabu (30/9/2026).

Menurut Sujito, Pemdes kemudian menyusun proposal pengajuan penanganan jembatan pada 2025. Setelah melalui proses pengajuan, saat ini pembangunan telah direalisasikan dan pengerjaannya hampir selesai.

“Kami membuat proposal itu di tahun 2025 untuk pengajuan Jembatan Gemuling dan saat ini pembangunan hampir selesai,” katanya.

Darsilan (44), kepala tukang asal Tuban yang mengerjakan pembangunan jembatan. Ia mengatakan, pekerjaan dapat segera diselesaikan apabila material tersedia dengan lancar dan kualitasnya baik.

“Kalau material lancar dan bagus, tidak sampai tiga minggu bisa selesai. Ini tinggal mengecor bagian depan, belakang, serta sisi kiri dan kanan,” ujar Darsilan saat ditemui awak media di lokasi pembangunan.

Saat ini, aktivitas pembangunan masih berlangsung. Akses utama Jembatan Gemuling ditutup total untuk mendukung proses pengerjaan, terutama pada bagian pondasi dan konstruksi jembatan.

Jalur tersebut merupakan penghubung dari arah selatan, sekitar Balai Desa Kawak, menuju arah utara ke Jambu Timur dan Guyangan. Selama penutupan, masyarakat masih dapat menggunakan jalur alternatif di sekitar lokasi, namun akses tersebut lebih memungkinkan untuk kendaraan roda dua.

Sedangkan kendaraan roda empat harus menggunakan jalur lain selama proses rehabilitasi berlangsung.

Pemdes Kawak juga terus melakukan pemantauan terhadap proses pembangunan. Perangkat desa ditugaskan untuk memastikan perkembangan pekerjaan di lapangan tetap terpantau.

“Kami dari perangkat desa selalu mengontrol bangunan jembatan tersebut. Kami tugaskan Pak Suyono selaku Kamituwo yang selalu riwa-riwi karena memang beliau kami tugaskan di lapangan. Setiap ada apa-apa atau ada masalah, beliau selalu memberikan laporan terkait kondisi terkini di lapangan,” jelas Sujito.

Ia mengatakan, pemantauan tersebut dilakukan sebagai bentuk respons Pemdes terhadap setiap perkembangan maupun persoalan yang muncul selama proses pembangunan.

“Setiap kami menerima informasi, apabila ada permasalahan yang sangat mendesak atau sangat pelik, ya kami Pemdes akan turun ke lapangan,” imbuhnya.

Dengan pembangunan yang kini hampir rampung, Pemdes Kawak berharap Jembatan Gemuling segera dapat digunakan kembali secara normal oleh masyarakat.

“Semoga nanti ke depannya jembatan itu bisa dilalui dan dirasakan oleh masyarakat, khususnya Desa Kawak dan juga warga sekitarnya,” ungkap Sujito.

Sujito juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Jepara yang telah memberikan dukungan terhadap pembangunan infrastruktur di Desa Kawak.

“Kami berterima kasih kepada Bapak Bupati Kabupaten Jepara yang sudah membantu dalam kegiatan pembangunan yang ada di Desa Kawak. Semoga ke depannya Desa Kawak bisa selalu maju,” pungkasnya. (Ltf/Djj)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *