Pulau Sampah Muncul di Pesisir Muara Angke, Pembersihan Diperkirakan Lebih dari Sepekan

TRITIS.CO JAKARTA – Petugas gabungan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta bersama Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Metro Jaya melakukan pembersihan tumpukan sampah yang menyerupai pulau di pesisir Muara Angke, Penjaringan, Jakarta Utara, Rabu (3/6/2026).

Pembersihan dilakukan dengan mengangkut sampah yang didominasi limbah plastik menggunakan keranjang. Sampah kemudian dipindahkan ke kapal pengangkut yang telah disiagakan di lokasi.

Untuk mempermudah proses pemindahan, petugas memasang bambu yang menghubungkan area tumpukan sampah dengan geladak kapal. Keranjang yang telah terisi sampah kemudian digeser menuju kapal untuk ditumpahkan, sebelum digunakan kembali secara berulang.

Petugas Pengawas Pesisir Jakarta dari Suku Dinas Lingkungan Hidup Kepulauan Seribu, Supendi, mengatakan tumpukan sampah tersebut berasal dari aliran sungai yang bermuara di Jakarta dan wilayah sekitarnya.

Menurutnya, sampah yang terbawa dari berbagai daerah itu kembali ke arah daratan saat musim angin baratan berlangsung dan akhirnya menumpuk di kawasan pesisir Muara Angke.

“Aliran sampah itu sebenarnya dari kali semua, dari muara semua. Jakarta itu dibelah 13 muara, termasuk dari Jawa Barat, Bekasi sampai Banten,” ujar Supendi.

Ia menjelaskan, tumpukan sampah tersebut telah bercampur dengan endapan lumpur dalam waktu cukup lama sehingga membentuk gundukan yang menyerupai pulau kecil.

Untuk menangani kondisi tersebut, sedikitnya 20 petugas dari Suku Dinas Lingkungan Hidup Kepulauan Seribu dikerahkan ke lokasi. Selain itu, kapal operasional pengangkut sampah juga disiagakan selama proses pembersihan berlangsung.

Sementara itu, Kasi Patwal Air Ditpolairud Polda Metro Jaya, AKP Ketut Suastika, mengatakan pihaknya turut mengerahkan personel guna membantu percepatan penanganan sampah di kawasan pesisir tersebut.

Menurut Ketut, keberadaan pulau sampah itu telah dikeluhkan para nelayan karena mengganggu aktivitas pelayaran dan operasional kapal di sekitar Muara Angke.

“Nelayan, khususnya pengguna jasa maritim di sekitar Angke, jelas terhambat dengan adanya sampah ini. Sering terjadi baling-baling kapal terkena sampah,” katanya.

Hingga Rabu siang, proses pembersihan dan pengangkutan sampah masih terus dilakukan. Petugas memperkirakan kegiatan tersebut akan berlangsung lebih dari satu pekan mengingat besarnya volume sampah yang menumpuk di kawasan pesisir Muara Angke.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top