Karnaval Kemerdekaan RW 03 Suwawal Barat Meriah, Sound Horeg Jadi Bagian dari Tradisi Warga

TRITIS.CO, JEPARA — Semarak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia terasa meriah di Desa Suwawal Barat, Kecamatan Mlonggo, Kabupaten Jepara. Warga RW 03 menggelar karnaval kemerdekaan pada Minggu (23/8/2026).

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 13.00 WIB hingga 16.00 WIB tersebut diikuti oleh sembilan RT yang berada di wilayah RW 03. Perempatan Tebok menjadi titik start sekaligus finis karnaval. Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan pengundian kupon bagi warga.

Salah seorang warga sekaligus peserta karnaval dari RT 07/RW 03, Dzikro (56), mengatakan bahwa karnaval besar di wilayah tersebut digelar dua tahun sekali.

“Bukan setahun sekali, tapi dua tahun sekali. Kami sangat antusias mengikuti dan menyukseskan acara kebanggaan ini. Warga RT 07 mempersiapkan diri dengan maksimal,” ungkap Dzikro.

Menurutnya, warga juga bersedia membayar iuran yang telah ditetapkan oleh pengurus RT sebagai bentuk dukungan terhadap pelaksanaan perayaan kemerdekaan.

Antusiasme serupa disampaikan Zarwati (59), warga RT 01/RW 03 yang turut berjualan di sekitar lokasi kegiatan. Ia menilai karnaval mampu menciptakan suasana kebersamaan dan membuat lingkungan desa menjadi lebih ramai.

“Saya senang dengan acara seperti ini karena desa menjadi guyub dan ramai. Tua, muda dan anak-anak tumplek jadi satu,” ujar Zarwati.

Ia juga mengaku mendapatkan keuntungan dari kegiatan tersebut karena dagangannya lebih ramai ketika terdapat acara besar di lingkungan warga.

Terkait besaran iuran, Zarwati menilai nominal yang ditetapkan masih dalam batas kewajaran dan tidak memberatkan warga.

“Bagi orang tua iurannya di bawah seratus ribu. Kalau pemuda sekitar Rp200 ribu sampai Rp300 ribu. Kami tidak merasa terbebani,” katanya.

Hal senada disampaikan Slamet (53), Ketua RT 01 sekaligus anggota panitia karnaval. Menurutnya, dukungan warga terhadap kegiatan tersebut cukup besar.

“Warga rela membayar iuran yang kita tetapkan. Mereka mendukung acara besar ini karena karnaval menghadirkan kebahagiaan dan kebanggaan warga,” ungkap Slamet.

Slamet menambahkan, pelaksanaan karnaval dua tahun sebelumnya bahkan lebih besar dibandingkan tahun ini. Karena tingginya antusiasme masyarakat, sejumlah warga mengusulkan agar karnaval tersebut dapat menjadi agenda rutin RW 03 Desa Suwawal Barat.

Sound Horeg Ikuti Perkembangan Zaman

Sementara itu, mengenai fenomena penggunaan sound horeg yang belakangan turut mewarnai berbagai kegiatan karnaval, Slamet menilai hal tersebut merupakan bagian dari perkembangan zaman selama tetap dilakukan secara terukur.

“Kita tidak bisa melawan tren atau zaman. Kita ikuti, tetapi tetap terukur dan tidak berlebihan,” imbuhnya.

Menurutnya, penggunaan sound dalam kegiatan karnaval pada dasarnya dapat menjadi bagian dari hiburan masyarakat, sekaligus menambah semarak perayaan kemerdekaan. Namun, pelaksanaannya tetap perlu memperhatikan ketertiban dan kenyamanan warga sekitar.

Karnaval RW 03 Suwawal Barat pun menjadi salah satu bentuk gotong royong masyarakat dalam merayakan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, sekaligus mempererat kebersamaan antarwarga dari berbagai kelompok usia.

Penulis : Ltv

Editor  : Djj

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *